Tuesday, January 27, 2026

Surat Pribadi -> rania latief

Jakarta, 26 Januari 2026

Gandaria Utara, Rumah Rania

Untuk sahabat ku tersayang, Rania Latief

Walaikumsalam Rania, Alhamdulillah aku dalam sedang kabar baik terimakasih sudah bertanya. Aku tidak kena banjir. Kalau kamu gimana? Mudah-mudahan kamu sedang dalam kabar baik. Sudah lama tidak jumpa, hati ku merasa hanya rindu untuk mu. Aku menulis surat ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanmu serta mengundangmu ke pesta ulang tahun ku.

Pertama-tama, untuk menjawab pertanyaan mu, apa saja yang kamu kasih kepadaku akan bermakna jadi jangan terlalu di pikirkan. Tetapi jika kamu bingung, aku lagi ingin boneka baru. Lebih spesifik boneka binatang favorit ku yaitu kepik. Kedua, aku tahun ini akan mengadakan pesta, aku ingin menyampaikan undangan pesta ulang tahun-ku yang ke 13. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2026 pada jam 15:00 - selesai di Hotel Sarasa. 

Terima kasih sudah memikirkan tentang hadiah aku, semoga Allah selalu memberkahimu dan membuat rezekimu berlimpah. Aku sudah kangen denganmu semoga kita bisa cepat bertemu. Tolong kabarkan jika jadi ikut, aku harap kamu dapat hadir yaa. Wasalamualaikum wr wb.

Selamat jumpa! 

♡ Cataleya

Definisi Surat Pribadi:

 Surat pribadi adalah sebuah surat yang dibuat oleh seseorang dan isinya menyangkut kepentingan pribadi

Struktur Surat Pribadi:

Struktur surat pribadi umumnya terdiri dari tempat dan tanggal, tujuan surat (alamat penerima), salam pembuka, paragraf pembuka, isi surat (inti pesan), paragraf penutup, salam penutup, serta nama pengirim dan tanda tangan. 

Ciri-ciri surat pribadi:

Ciri-ciri antara lain tidak ada kop surat dan nomor surat, menggunakan bahasa yang lebih santai dan tidak baku (tergantung keakraban), memiliki salam pembuka dan penutup yang personal, serta format penulisan yang bebas karena bersifat personal dan tidak terikat aturan formal seperti surat dinas

Sunday, November 23, 2025

Cataleya Amira Yunanto - Ahli Biologi Kelautan

 

Assalamualaikum wr wb.

Hallo semuanya nama saya Cataleya Amira Yunanto.

Saya biasa di panggil ‘Cataleya’. Hari ini saya akan menjelaskan arti nama saya, hobi saya, kekurangan dan kelebihan saya, prestasi, dan menceritakan tentang keluarga saya.

Nama Cataleya itu berasal dari Bahasa Inggris ‘cattleya’ yaitu salah satu genus bunga anggrek, nama tengah saya ‘Amira’ berasal dari Bahasa Arab yang berarti putri, sedangkan nama akhir saya ‘Yunanto’ berasal dari keluarga papa saya, yang melambangkan kebebasan.

Orang tua saya memberikan saya nama ini dengan harapan saya selalu disayangi dan dicintai layaknya putri, dan tumbuh dengan cantik seperti bunga cattleya.

Hobi saya mendengarkan musik dan menggambar. Saya memiliki kekurangan yaitu saya terkadang tidak sabar, namun saya juga memiliki kelebihan yaitu saya tidak ragu melakukan hal yang baru.

Saya memiliki beberapa prestasi di antara nya memenangkan lomba Paduan suara juara 2 dan juara 5 serta mengikuti olimpiade ipa dan agama.

Saya memiliki papa yang bernama “Dhani Dwi Yunanto”, beliau adalah anak kedua dari 3 bersaudara dan lahir pada tanggal 27 juni tahun 83. Papa saya bekerja sebagai dokter spesialis urologi di RS Hermina Grandwisata Bekasi. Dokter spesialis urologi itu dokter yang menangani penyakit saluran kemih bagi laki-laki dan perempuan. Ia memiliki hobi bermain gitar, bermain tenis, bermain padel, membaca, dan main game.

Papa saya dulu sma di sma8 lalu kuliah kedokteran di Universitas Padjadjaran Bandung sampai menjadi dokter umum lalu lanjut lagi spesialis urologi di fakultas kedokteran ui.
Satu kata yang menggambarkan papa aku adalah “Tangguh” karena meskipun berasal dari 
keluarga yang biasa saja dia bisa menjadi papa, suami, dan dokter yang luar biasa dengan ketangguhannya.

Saya juga memiliki seorang ibu yang Bernama “Mutiara Rengganis”, beliau adalah anak pertama dari 3 bersaudara dan lahir pada tanggal 25 mei tahun 83. Mama saya bekerja sebagai pengacara korporasi di AYMP. Pengacara korporasi adalah pengacara yang menangani masalah hukum yang berkaitan dengan korporasi atau Perusahaan. Ia memiliki hobi menyelam, bermain tenis, dan bermain padel.

Mama saya dulu sma di sma8 dan s1 di fakultas hukum ui lalu ia lanjutkan s2 di Erasmus uni di Netherlands. Satu kata yang menggambarkan mama saya adalah “cerdas” karena dalam masalah apapun ia selalu dapat menyelesaikan nya dengan cerdas.

 Saya adalah anak terakhir dari 2 bersaudara, yang berarti saya memiliki seorang saudara. Saya memiliki kakak laki-laki bernama Athan Daniswara Yunanto. Ia berumur 16 tahun dan lahir pada tanggal 25 October 2009. Ia Sekolah Dasar di SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru, lalu SMP di SMP Labschool Kebayoran. Sekarang Ia sedang SMA kelas 10 di SMA Labschool Kebayoran. Ia memiliki hobi bermain bola dan membaca. Makanan favoritnya adalah nasi goreng sedangkan minuman favoritnya adalah susu coklat.

Demikian dari saya Wassalamualaikum Wr Wb.

Sunday, October 19, 2025

Malin Kundang

 MALIN KUNDANG
- Saduran Cataleya Amira Yunanto

Pada zaman dahulu, di sebuah desa nelayan di Air Manis, Sumatra Barat, hiduplah satu keluarga nelayan. Karena kebutuhan keuangan keluarga, sang ayah akhirnya memutuskan untuk pergi merantau menyebrangi lautan.

Namun, sang ayah tidak pernah kembali ke kampung dan meninggalkan istrinya, Mande Rubayah. Sang istri kemudian membesarkan anak mereka, Malin, seorang diri. Oleh sang ibu, Malin sering dikundang-kundang (dibawa ke mana saja). Oleh karena itu, sang anak mendapat panggilan baru, Malin Kundang.

Malin tumbuh sebagai anak yang pintar, tapi sedikit nakal. Malin sering mengejar ayam dan memukul mereka dengan sapu. Suatu hari, ketika Malin sedang mengejar ayam, Malin terjatuh dan tangannya terbentur sebuah batu. Luka itu meninggalkan bekas di lengannya.

Beranjak dewasa, Malin merasa iba pada ibunya yang harus bersusah payah menafkahi mereka, sehingga berniat untuk merantau bersama sebuah kapal dagang. Ketika menceritakan tentang niatnya, sang ibu tidak mengizinkan Malin untuk pergi. Ibu Mande tidak rela ditinggal anak semata wayangnya. Ibu Mande juga takut Malin akan menjadi seperti ayahnya yang pergi dan tidak pernah kembali ke kampung.

Meski ditolak sang ibu, Malin tidak berhenti membujuknya. Melihat kegigihan Malin, Ibu Mande pun mengizinkannya pergi, meski dengan berat hati. Setelah meyakinkan ibunya bahwa dirinya akan baik-baik saja, Malin pun pamit dan meninggalkan Ibu Mande seorang diri di desa.

Ketika sedang berlayar dalam perantauannya, sebuah kejadian buruk menimpa kapal yang ditumpangi Malin sehingga ia terdampar di sebuah pantai. Warga desa di pantai tersebut menyambut dan membantu Malin untuk tinggal dan bekerja di sana.

Malin bekerja dengan sangat rajin mengolah tanah desa yang subur dan menjadi semakin sukses. Malin memiliki 100 orang pekerja dan sejumlah kapal dagang sendiri. Setelah berhasil menjadi orang kaya, Malin pun mempersunting anak seorang saudagar kaya.

Sementara itu, Ibu Mande tidak pernah mendapatkan kabar apapun dari Malin selepas kepergiannya. Selama bertahun-tahun, Ibu Mande hanya bisa memandangi laut sambil berdoa agar anaknya selamat dan mengirimkan kabar, atau bahkan kembali ke desa.

Setiap kali ada kapal besar yang bersandar di desa, Ibu Mande selalu bertanya kepada nakhoda dan awak kapal tentang anaknya. Namun, tidak pernah ada yang membawa kabar atau titipan dari Malin.

Namun pada suatu hari yang cerah, lingkungan yang awalnya damai pun menjadi rusuh. Apa akibatnya? "Malin!" "Malin apakah itu kamu?" Warga sekitar bertanya. Ternyata pemuda tampan itu adalah Malin, setelah bertahun-tahun berlayar kini Ia telah pulang. Tetapi, bedanya sekarang Ia sudah menjadi orang yang sukses, tampan, dan bahkan sudah mempunyai istri.

Tentu warga sekitar pun senang. Siapa juga yang tidak bakal senang dalam keadaan ini? Anak yang awalnya tidak memiliki apa-apa kini kembali membawa harta untuk di bagikan kepada warga. Mereka merayakan kepulangan Malin dengan meriah. Namun, di dalam isi hati Malin Ia belum juga tenang karena Ia belum bertemu dengan ibunya tercinta.

Setelah rangkaian kegiatan sudah selesai Malin dengan lelah bertanya kepada seorang teman lama, "Mas, Ibuku dimana? Saya belum melihatnya dari awal saya kembali" dengan bingung teman lama Malin pun menjawab, "Malin? Kamu belum di kasih tau? Ibu Mande sudah lama meninggal." Malin yang mendengar itu pun kaget. Mengapa tidak ada yang kasih tau saya? Pikirnya dalam hati.

Malin hanya bisa diam, "Apakah kamu bisa membawaku ke kuburannya?" Tanya malin dengan hati yang sedih. Selama perjalanan Ia hanya merasakan penyesalan. Sesampainya Ia datang temannya pun meninggalkannya untuk memberinya waktu untuk diri sendiri. Tepat di depan tempat Ibunya terletak Ia tidak dapat menahan air mata yang berlindang. "Ibu maafkan Malin, Malin terlambat pulang. Akhirnya Malin dapat ketenangan sudah tau Ibu dimana. Semoga Ibu disana tenang ya" Ucapnya dengan hati yang berat.

Saat ini Ia merasa seperti energinya terkuras. Ia ingin beristirahat namun, Ia tidak ingin meninggalkan sisi ibunya. "Malin, ayo bangun!"  Ternyata besok hari pun datang, tak terasa ternyata Ia tertidur di sisi ibunya. Malin pun terbangun dan Ia melihat sosok istrinya dengan ekspresi khawatir. "Malin! Kau tidak tau seberapa khawatirnya aku saat engkau kemarin tidak tidur di sisiku" Ucap istri Malin.

"Maafkan aku istriku tersayang" Sebut Malin, "Kemarin saya menjenguk kuburan Ibuku dan tidak sengaja tertidur" Jelas Malin. "Kalau gitu ayo siap-siap, kita bentar lagi ingin berjenjak pulang" Jawab istrinya dengan sabar. Tak terasa waktu mereka di kampung ini pun selesai. Sebelum Ia lanjut berlayar pulang Ia berpamitan kepada warga sekitar, dengan itu Malin pun pergi dengan hati yang tenang Ia berjanji akan kembali lagi kepada desa tersayang ini.

-TAMAT-

                                                                      PARAGRAF

Namun pada suatu hari yang cerah, lingkungan yang awalnya damai pun menjadi rusuh. Apa akibatnya? "Malin!" "Malin apakah itu kamu?" Warga sekitar bertanya. Ternyata pemuda tampan itu adalah Malin, setelah bertahun-tahun berlayar kini Ia telah pulang. Tetapi, bedanya sekarang Ia sudah menjadi orang yang sukses, tampan, dan bahkan sudah mempunyai istri.

                                                                KALIMAT UTAMA

Kalimat utama dari paragraf ini adalah “Ternyata pemuda tampan itu adalah Malin, setelah bertahun-tahun berlayar kini Ia telah pulang.”

                                                                    IDE POKOK

Malin pulang ke desa.

                                                     KONJUNGSI YANG DI PAKAI

Konjungsi yang di pakai adalah: Namun, tetapi, dan, yang.




Tuesday, August 12, 2025

PUBLIC SPEAKING - B INDO

PUBLIC SPEAKING

Apa itu public speaking?

Public speaking adalah seni berbicara di depan umum untuk menyampaikan informasi, gagasan, atau pesan kepada audiens. Contoh public speaking: pidato, presentasi, ceramah, debat dll.

Apakah kalian tau? Kalau public speaking itu perlu banyak kepercayaan diri loh! 
Kepercayaan diri adalah kunci untuk menyampaikan pesan dengan efektif, dan meyakinkan. Pasti kalian ingin tahu cara menumbuh sifat percaya diri, kita bisa membangun kepercayaan diri dengan cara menerapkan sifat sifat ini: membangun pola pikir positif, kenali kekurangan dan kelebihan, dan fokus pada langkah atau perubahan kecil.

Nah saat kita di depan agar audiens tidak bosan kita juga harus pakai teknik visual seperti bahasa tubuh dan kontak mata. Selain kepercayaan diri dan visual, penguasaan teknik vokal juga krusial untuk menjaga audiens agar tetap tertarik, contoh nya: volume, intonasi, perlafalan kata, dan kecepatan berbicara.

Volume adalah ukuran seberapa keras atau lembutnya suatu suara. Nah kita harus memiliki suara yang lantang saat public speaking agar terdengar dengan jelas oleh audiens. Setelah volume, ada intonasi. Intonasi adalah naik turunnya nada suara (tinggi rendahnya nada) saat berbicara. Kita harus mempunyai intonasi agar dapat menyampaikan emosi dan membuat pesan lebih menarik. 

Selain volume dan intonasi kita perlu perlafalan kata dan kecepatan berbicara. Pertama-tama ayo kita bahas perlafalan kata. Perlafalan adalah kata cara bunyi bahasa dari suatu bahasa yang di ucapkan. Saat kita sedang public speaking, kita harus mengucapkan kata-kata tersebut dengan jelas. Huruf vokal "A I U E O" jika kita tidak mengucapkan nya dengan benar, audiens akan bingung kita berbicara apa. Kecepatan berbicara adalah laju atau ritme seseorang dalam mengucapkan kata-kata per satuan waktu. saat kita berbicara di depan kita harus memiliki kecepatan berbicara yang stabil, tidak terlalu cepat agar audiens mengerti apa yang kita berkata dan tidak telalu lambat agar audiens tetap tertarik.

Demikian dari saya terimakasih sudah mendengarkan,
Wassalamualaikum wr wb.

Surat Pribadi -> rania latief

Jakarta, 26 Januari 2026 Gandaria Utara, Rumah Rania Untuk sahabat ku tersayang, Rania Latief Walaikumsalam Rania, Alhamdulillah aku dalam s...